Perkembangan Bahasa Bagi Anak Tunarungu
![]() |
Tidak adanya masukan bunyi suara atau masukan yang diterima oleh anak
maka alat bicaranya tidak terlatih dan mengakibatkan alat bicaranya menjadi
kaku. Akhirnya mereka kesulitan dalam mengungkapkan sesuatu tanpa latihan
bicara, karena alat bicaranya tidak terbiasa bergerak spontan melainkan harus
mengeja.
Pendidikan anak tunarungu untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi
(Permanarian dan Herawati, 2004: 31).
1. Didiklah
anak tunarungu seperti mendidik anak-anak yang mendengar
2. Libatkan
anak tunarungu dalam kegiatan keluarga
3. Jangan
memanjakan anak tunarungu secara berlebihan
4. Berilah
kesempatan bermain seluas mungkin pada anak tunarungu
5. Anak
tunarungu harus diberi contoh perilaku yang baik
6. Berikanlah
kewajiban yang sama kepada anak tunarungu dalam melaksanakan tugas-tugas
7. Pupuklah
rasa cinta terhadap keindahan alam sekitar
8. Gunakan
setiap kesempatan untuk merangsang perkembangan bahasa dan bicara anak
tunarungu
Penguasaan bahasa melalui pendengaran (khususnya bagi anak yang tergolong
tuli) harus melalui penglihatan atau secara taktik kinestik atau kombinasi dari
keduanya. T. Sutjihati Soemantri (1996: 80), mengemukakan bahwa media
komunikasi dan penerimaan bahasa yang dapat digunakan bagi anak tunarungu
adalah sebagai berikut :
1. Bagi
anak tunarungu yang masih mampu bicara, tetap menggunakan bicara sebagai media
dan membaca ujaran sebagai sarana penerimaan bagi anak tunarungu.
2. Menggunakan
media tulisan (bacaan) dan membaca sebagai sarana penerimaannya
3. Menggunakan
isyarat sebagai media komunikasi
Perkembangan bahasa bagi anak tunarungu membaca (tulisan) dinilai kurang
tepat digunakan dalam fase-fase permulaan perkembangan bahasa karena
membutuhkan kematangan tertentu. Penggunaan bahasa isyarat juga kurang tepat
karena akan mengakibatkan terasingnya anak tunarungu dalam bermasyarakat.
Pandangan orang terhadap isyarat banyak yang negatif, karena dinilai bahwa
bahasa isyarat kurang dapat memperagakan pikiran yang abstrak, kurang fleksibel
dan kurang berdeferensi (Permanarian Somad dan Tati Herawati, 1996: 140).
Daftar pustaka :
1.
Sutjihati
Sumantri.1996. Psikologi Anak Luar Biasa, Jakarta : Depdikbud
2. Permanarian
Somat & Tati Herawati.2004. Ortopedagogik Anak Tunarungu Departemen
Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Jakarta: Proyek
Pendidikan Tenaga Guru




1 komentar:
terimakasih ya yesi ak jadi tau tentang perkembangan anak tuna rungu khususnya di perkembangan bahasa....
Posting Komentar