Minggu, 27 Oktober 2013

AKIBAT RUSAKNYA PENDENGARAN




Akibat rusaknya pendengaran akan menimbulkan :
1.      Gangguan perseptual dimana anak tidak dapat mengidentifikasikan bunyi dari alam sekitar benda-benda yang menghasilkan suara.
2.      Gangguan bicara sehingga anak tidak dapat mempelajari bagaimana hubungan antara gerak-gerak mekanisme bicara dengan suara-suara yang dihasilkan. Akibatnya mereka tidak memperoleh kontrol dari bicaranya.
3.      Gangguan komunikasi dimana anak tidak dapat mempelajari bahasa ibu mereka. Oleh karena itu, mereka tidak dapat mengekspresikan apa yang mereka pikirkan kepada orang lain kecuali melalui gerakan-gerakan, atau isyarat-isyarat yang konkret.

Sabtu, 26 Oktober 2013

KERUSAKAN PENDENGARAN



TEMPAT TERJADINYA KERUSAKAN PENDENGARAN
a)      Kehilangan pendengaran konduktif, yaitu hilangnya pendengaran disebabkan oleh gangguan pada telinga luar dan telinga bagian tengah sehingga menghambat jalannya suara ke telinga bagian dalam.
b)      Kehilangan pendengaran sensori-neural, disebabkan oleh kerusakan pada telinga bagian dalam
c)      Kehilangan pendengaran campuran disebabkan adanya kerusakan di telinga bagian tengah dan bagian dalam
d)     Kehilangan pendengaran sentral atau perceptual, disebabkan oleh kerusakan pada syaraf pendengaran (Smith dan Neisworth, 1975: P.357).

FAKTOR PENYEBAB



FAKTOR PENYEBAB KETUNARUNGUAN
Secara umum penyebab ketunarunguan dapat terjadi sebelum lahir (prenatal), ketika lahir (natal) dan sesudah lahir (post natal) (Sutjiahati Sumantri, 1996: 75).
1)      Pada saat sebelum dilahirkan (prenatal)
*      Karena keturunan : salah satu atau kedua orang tua anak menderita tunarungu atau mempunyai gen sel pembawa sifat abnormal. Misalnya: dominant gent, resesiv gen dan lain-lain.
*      Infeksi maternal, yaitu si Ibu hamil terserang penyakit rubella.
*      Karena keracunan obat-obatan: pada saat hamil ibu minum obat-obatan terlalu banyak, atau ibu seorang pecandu alcohol, tidak dikehendaki kelahiran anaknya atau minum obat penggugur kandungan akan dapat menyebabkan ketunarunguan pada anak yang dilahirkan.

Kamis, 24 Oktober 2013

WAKTU RUSAKYA PENDENGARAN



WAKTU RUSAKNYA PENDENGARAN PADA ANAK TUNARUNGU
1.      Bawaan (keturunan/genetik) :
*      Tunarungu sejak lahir yang disebabkan oleh gen ketunarunguan yang menurun dari orang tua kepada anaknya.
*      Indra pendengaran sudah tidak berfungsi untuk maksud kehidupan sehari-hari

Rabu, 23 Oktober 2013

ANAK TUNARUNGU WICARA



A.   PENGERTIAN
Istilah gangguan  pendengaran (hearing impaired) tidak terbatas pada individu-individu yang kehilangan pendengaran sangat berat saja, melainkan mencakup seluruh tingkat kerusakan pendengaran. Tingkat – tingkat tersebut dapat dibedakan menjadi : kehilangan pendengaran sangat ringan, sedang, dan sangat berat (deaf).
Orang dikatakan tuli jika pendengarannya rusak sampai pada satu taraf tertentu (biasanya lebih dari 90 dB) sehingga menghalangi pengertian terhadap suatu pembicaraan melalui indra pendengaran, baik tanpa maupun dengan alat bantu dengar (hearing aid).
Tuli adalah kehilangan pendengaran yang sangat berat sehingga indra pendengaran tidak berfungsi dan karenanya perkembangan bahasa dan bicaranya menjadi terhambat. Hal tersebut terjadi karena ada kaitan yang erat antara pendengaran dengan kemampuan berbicara berbahasa. Kemampuan berbicara diperoleh melalui proses meniru bunyi – bunyi bahasa yang terdengar sejak bayi. Bayi yang mendengar, akan memperoleh rangsangan bunyi – bunyi bahasa yang dapat ditirunya sehingga bayi yang mendengar, umumnya dapat mengikuti tahapan perkembangan bicara secara normal, sedangkan bayi yang tunarungu tidak memperoleh bunyi – bunyi bahasa yang ditirunya sehingga tidak dapat mengikuti tahapan perkembangan bicara secara normal atau kemampuan bicaranya tidak terbentuk. Oleh karena itu, anak seperti ini disebut juga anak tuli bisu atau anak tunarungu wicara.
Istilah  tunarungu wicara jarang digunakan karena tidak semua anak tunarungu mengalami kebisuan. Ada sebagian anak tunarungu yang mempunyai kemampuan berbicara yang baik, tetapi tentunya setelah mendapatkan penanganan secara khusus. Meskipun tidak sebaik orang yang mendengar, namun bicaranya masih dapat dipahami.