Rabu, 13 November 2013

MMR




Metode Maternal Reflektif

A.    Pengertian Metode Maternal Reflektif
Materna : ibu
Reflektif : memantulkan/ meninjau kembali pengalaman bahasa anak tunarungu
Metode maternal reflektif adalah metode pengajaran bahasa diangkat dari upaya seorang ibu untuk mengajarkan bahasa pada anaknya yang belum berbahasa sampai anak dapat menguasai bahasa, yang dilakukan seorang ibu dengan kemampuannya merefleksikan kemampuan berbahasa.

Sabtu, 09 November 2013

PERKEMBANGAN BAHASA ANAK TUNARUNGU




Perkembangan Bahasa Bagi Anak Tunarungu

Ketunarunguan yang dialami anak sejak lahir perkembangan bahasanya terhenti pada masa meraban (umur 6 bulan), karena dia tidak bisa merespon bunyi-bunyi yang berasal dari lingkungan sekitarnya.
Tidak adanya masukan bunyi suara atau masukan yang diterima oleh anak maka alat bicaranya tidak terlatih dan mengakibatkan alat bicaranya menjadi kaku. Akhirnya mereka kesulitan dalam mengungkapkan sesuatu tanpa latihan bicara, karena alat bicaranya tidak terbiasa bergerak spontan melainkan harus mengeja.

karakteristik anak tunarungu



KARAKTERISTIK ANAK TUNARUNGU

Ketunarunguan tidak tampak jelas bila dibandingkan dengan anak yang mengalami kelainan fisik lainnya. Tetapi anak tunarungu karakteristik yang khas. Menurut Permanarian Somad dan Tati Herawati karakteristik anak tunarungu dilihat dari segi intelegensi, bahasa dan bicara, emosi serta social adalah sebagai berikut :

Minggu, 27 Oktober 2013

AKIBAT RUSAKNYA PENDENGARAN




Akibat rusaknya pendengaran akan menimbulkan :
1.      Gangguan perseptual dimana anak tidak dapat mengidentifikasikan bunyi dari alam sekitar benda-benda yang menghasilkan suara.
2.      Gangguan bicara sehingga anak tidak dapat mempelajari bagaimana hubungan antara gerak-gerak mekanisme bicara dengan suara-suara yang dihasilkan. Akibatnya mereka tidak memperoleh kontrol dari bicaranya.
3.      Gangguan komunikasi dimana anak tidak dapat mempelajari bahasa ibu mereka. Oleh karena itu, mereka tidak dapat mengekspresikan apa yang mereka pikirkan kepada orang lain kecuali melalui gerakan-gerakan, atau isyarat-isyarat yang konkret.

Sabtu, 26 Oktober 2013

KERUSAKAN PENDENGARAN



TEMPAT TERJADINYA KERUSAKAN PENDENGARAN
a)      Kehilangan pendengaran konduktif, yaitu hilangnya pendengaran disebabkan oleh gangguan pada telinga luar dan telinga bagian tengah sehingga menghambat jalannya suara ke telinga bagian dalam.
b)      Kehilangan pendengaran sensori-neural, disebabkan oleh kerusakan pada telinga bagian dalam
c)      Kehilangan pendengaran campuran disebabkan adanya kerusakan di telinga bagian tengah dan bagian dalam
d)     Kehilangan pendengaran sentral atau perceptual, disebabkan oleh kerusakan pada syaraf pendengaran (Smith dan Neisworth, 1975: P.357).

FAKTOR PENYEBAB



FAKTOR PENYEBAB KETUNARUNGUAN
Secara umum penyebab ketunarunguan dapat terjadi sebelum lahir (prenatal), ketika lahir (natal) dan sesudah lahir (post natal) (Sutjiahati Sumantri, 1996: 75).
1)      Pada saat sebelum dilahirkan (prenatal)
*      Karena keturunan : salah satu atau kedua orang tua anak menderita tunarungu atau mempunyai gen sel pembawa sifat abnormal. Misalnya: dominant gent, resesiv gen dan lain-lain.
*      Infeksi maternal, yaitu si Ibu hamil terserang penyakit rubella.
*      Karena keracunan obat-obatan: pada saat hamil ibu minum obat-obatan terlalu banyak, atau ibu seorang pecandu alcohol, tidak dikehendaki kelahiran anaknya atau minum obat penggugur kandungan akan dapat menyebabkan ketunarunguan pada anak yang dilahirkan.

Kamis, 24 Oktober 2013

WAKTU RUSAKYA PENDENGARAN



WAKTU RUSAKNYA PENDENGARAN PADA ANAK TUNARUNGU
1.      Bawaan (keturunan/genetik) :
*      Tunarungu sejak lahir yang disebabkan oleh gen ketunarunguan yang menurun dari orang tua kepada anaknya.
*      Indra pendengaran sudah tidak berfungsi untuk maksud kehidupan sehari-hari